Atasi Kerontokan dengan 3 Cara Transplantasi Rambut

Rambut Anda rontok? Bahkan rontoknya parah dan mengalami kebotakan? Tak perlu khawatir karena saat ini ada tiga cara transplantansi rambut yang cukup efektif menumbuhkan rambut. Transplantasi rambut yaitu proses pemindahan rambut sehat ke daerah kulit kepala yang mengalami kebotakan.

Menurut dr. Iwan Trihapsoro, SpKK, dalam proses ini dipersiapkan daerah kulit kepala yang merupakan donor rambut. Biasanya pada bagian belakang kepala kemudian setelah dilakukan pengambilan donor dan diproses maka dilakukan pemindahan ke kulit resipien yaitu daerah yang botak atau yang ingin ditumbuhkan rambut baru.

Sedangkan menurut dr. Gunawan Budisantoso SpKK, ada beberapa treatment yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rambut yaitu dengan transplastasi, antara lain:

  1. Strip Technique. Strip technique merupakan cara konvensional yang dilakukan dengan operasi kecil. Di mana rambut akan diambil pada bagian donornya. Kemudian rambut beserta akarnya yang sudah diambil akan ditanamkan kembali pada bagian kulit kepala yang menipis. Pada treatment ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan transplantasi rambut. Pasien biasanya dilakukan pengecekan fisik dan darah terlebih dahulu dan diperlukan diet khusus seminggu sebelum melakukan. Tujuannya agar pada saat operasi kecil mencegah terjadinya darah keluar banyak. Setelah dirasa semuanya normal baru pasien dilakukan transplantasi rambut.
  2. Follicular Unit Ekstrax Follicular unit extraction adalah operasi kecil di mana rambut diambil satu per satu menggunakan alat khusus seperti pisau yang berbentuk bulat. Rambut akan dicabut satu persatu semacam operasi kecil. Lalu dilakukan penanaman kembali dengan satu per satu rambut yang akan ditumbuhkan pada bagain kulit kepala yang menipis, jarang ataupun botak. Saat melakukan pengambilan rambut, kepala terlebih dahulu dibotaki pada bagian sumber yang ingin dilakukan pendonoran. Sampai tinggi rambut kurang lebih 1-2 mm.
  3. Stemcell Transplantation. Treatment stemcell transplantation merupakan teknik terbaru yang baru pertama di Asia dan di Indonesia. Pada stemcell transplantation, tidak seluruh rambut dipindahkan tapi hanya sebagian dari akar rambut dipindahkan. Untuk stemcell transplantation lebih lama dibandingan dengan kedua treatment sebelumnya, bahkan bisa seharian. Karena rambut seperti dicangkok yang hanya pada bagian akarnya saja yang dipindahkan.

3 Hal Ini Jadi Dilema Bagi Wanita Pekerja!

Wanita karier atau wanita pekerja kerap mengalami dilema terutama ketika mereka sudah menikah dan memiliki anak. Menurut Yuki Yunansih, M.Psi, psikolog, dilemanya adalah antara mengurus anak di rumah ataukah tetap bekerja.

Ditambahkan oleh dra. Henny E. Wirawan, M.Hum, Psi, Qia, psikolog, wanita pekerja yang bekerja karena masalah keuangan umumnya merasa bersalah atau mengalami dilema bila meninggalkan anaknya untuk bekerja. Mereka umumnya ingin tetap di rumah, tetapi penghasilan suami tidak memadai.

Sementara wanita yang bekerja karena ingin mengaktualisasikan diri sudah memiliki persiapan bagaimana mengurus anak, menitipkan anak dan lain-lain.

Berikut penjelasan timbulnya dilema pada wanita bekerja sekaligus cara mengatasinya:

  1. Jam Kerja Ketat. Anda memerlukan jam kerja fleksibel untuk dapat merawat anak-anak bila mereka sakit, tetapi atasan sangat kaku dan menuntut Anda harus tetap berada di kantor pada saat jam kerja. Tentukan batasan-batasan, kapan akan tinggal di rumah dan kapan merasa cukup nyaman untuk ke kantor, meninggalkan anak dengan pengasuhnya. Misalnya bila anak demam atau panas tinggi, Anda tidak akan ke kantor, sementara jika si kecil hanya sakit perut biasa, Anda tetap ke kantor sambil terus memantau perkembangannya. Perjelas dari awal dengan atasan mengenai kebutuhan Anda bila sewaktu-waktu harus izin karena tidak ada yang menjaga anak.
  2. Mengatasi Konflik. Anda dapat menjumpai berbagai ragam konflik kepribadian di tempat kerja. Bila berhadapan dengan rekan sekerja yang memiliki karakter aneh, hindari keinginan Anda untuk bertengkar dengannya. Atasan akan menghargai kedewasaan dan kemampuan Anda dalam bekerja, serta menghargai sikap Anda yang tidak meladeni rekan sekerja yang bersikap aneh.
  3. Tak Cocok dengan Atasan. Jika atasan berkarakter aneh, mulailah berpikir untuk pindah kerja. Sangat sulit bila konflik yang Anda hadapi justru dengan atasan. Bila merasa nyaman untuk membicarakan permasalahan yang diadakan dengan atasan, boleh saja Anda coba.