4 Langkah Hindari Efek Negatif High Heels

Penampilan memang terlihat lebih fashionable, seksi dan kaki terlihat jenjang  dengan sepatu high heels dari hak 5 cm hingga 17 cmNamun keindahan pemakaian high heels belum tentu membuat kaki, terutama telapak kaki, terasa nyaman.

Keluhan kaki lecet dan tumit kaki pecah-pecah, serta betis kaki yang pegal juga kerap dirasakan pengguna high heels. Begitu pula penggunaan high heels yang terlalu sering memengaruhi persendian di pergelangan kaki maupun lutut terutama jika sering mengabaikan rasa pegal di kaki akibat penggunaan high heels.

Berikut beberapa tips yang diberikan Marissa Tumbuan, sosialita yang juga pebisnis sepatu high heels merek Irresistible Shoes untuk menghindari efek negatif dari penggunaan high heels:

  1. Mengetahui Struktur Kaki. Sebelum memilih high heels pertimbangkan kondisi lutut, apakah pernah cidera atau sendi lemah. Perhatikan juga apakah kaki mudah tersandung ketika melangkah serta berat badan apakah berlebih atau tidak.
  2. Memilih High Heels yang Nyaman di Kaki. Dalam memilih high heels sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan model atau desain sepatu tersebut terlihat bagus, tetapi juga perhatikan kenyamanan telapak kaki. High heels yang nyaman di kaki adalah high heels yang memiliki bahan yang tidak berat, memiliki struktur yang empuk serta halus agar tidak melukai telapak kaki. Selain itu, demi kenyamanan pilih high heels yang tidak terlalu menukik.
  3. Mencoba Sepatu Sebelum Membeli. Sebelum membeli sepatu sebaiknya high heels tersebut dicoba dulu dengan berjalan beberapa langkah dan berjalan bolak-balik agar Anda bisa mendapatkan sepatu yang nyaman di kaki.
  4. Rutin Melakukan Perawatan Kaki. Sebaiknya rutin melakukan perawatan kaki seperti merendam kaki dengan air garam yang dicampur dengan sedikit garam untuk menghilangkan rasa lelah sehabis menggunakan high heels. Selain itu seminggu sekali sebaiknya melakukan scrubbing untuk menghindari pecah-pecah. Gunakan juga masker kaki untuk mendinginkan otot kaki dan merelaksasikannya. Gunakan juga lotion untuk kaki agar kulit kaki tetap lembab dan tidak pecah-pecah.

PASANGAN TEBAR PESONA? INI TRIK MENGHADAPINYA!

Pasangan Anda sering tebar pesona? Seharusnya pria atau wanita yang sudah memiliki pasangan harus menjaga diri dan hati agar tidak tebar pesona atau flirting. Hal tersebut merupakan bentuk ketidaksetiaan pada pasangan. Menurut Widya Risnawaty, M. Psi.,Psikolog, Psikoterapis, banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang melakukan tebar pesona.

Di antaranya ada kebutuhan untuk selalu diterima dan diakui. Seseorang  yang tebar pesona juga menikmati bentuk interaksi seperti menggoda atau merayu lawan jenis. Ada juga yang tebar pesona karena ingin mendapatkan keuntungan tertentu. Tebar pesona juga kerap dilakukan untuk menguji apakah ada ketertarikan lawan jenis terhadap dirinya.

Lantas bagaimana mengatasi pasangan yang suka ’tebar pesona’? Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pasangan yang gemar tebar pesona antara lain:

  1. Mencari tahu apa yang menjadi alasan dan tujuan pasangan gemar melakukan tebar pesona. Setelah tahu alasan atau tujuan pasangan melakukan hal tersebut kemudian lakukan tindakan untuk mengatasi yang tepat
  2. Sampaikan atau ekspresikan perasaan tidak nyaman Anda terhadap tindakan tebar pesona yang dilakukan pasangan
  3. Coba untuk memahami kebutuhannya dan coba untuk memenuhi sehingga ia tidak mencari pemenuhan pada wanita atau pria lain
  4. Buat kesepakatan-kesepakatan baru antara Anda dengan pasangan yang intinya perlu memerhatikan kebutuhan dan kenyamanan kedua belah pihak dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Dalam hal ini, Anda harus tetap memerhatikan dampak dari tindakan yang dilakukan pasangan. Jika pasangan Anda gemar melakukan ‘tebar pesona’ dan sudah diupayakan berbagai perubahan, tetapi Anda tetap merasa tidak nyaman secara psikologis ada baiknya Anda melakukan evaluasi ulang terhadap pola relasi yang dijalani.

Apabila didiamkan atau memendam rasa kesal, maka akan mulai timbul dampak negatif yang merugikan. Biasanya akan muncul rasa cemburu dan jika rasa cemburu ini terus menerus terjadi maka dapat memupuk rasa tidak percaya dan perasaan dikhianati. Dengan sendirinya dapat merusak kualitas relasi dengan pasangan.